Walk the Folk (WTF) is a participatory secret gig where people are invited to exchange not only music performance but also stories, poem, coffee, service, among others. It is a gig with the spirit of ‘kado silang’ (secret gift-exchange). WTF eliminates the boundary between stage and audience: every audience is also a performer and vice versa. While walking, a local guided the participants to destined places and tell site-specific stories along the way. In WTF #1 (2014), the gig occupied abandoned public spaces around Kaliurang; WTF #2 (2015) occupied abandoned private spaces; and WTF #3 (2015) occupied local community’s gathering spaces.  When looking at the documentations presented in this exhibition, one can trace the changes in the landscape and politic of spaces in Kaliurang from 2014 to the present time: half of the tennis court has been transformed into parking lot, a beautiful old house was torn down and changed into a big concrete building, the once-abandoned swimming pool where is now back to business, and many more.

Walk the Folk (WTF) adalah sebuah pertunjukan musik partisipatoris rahasia dimana orang-orang diundang dan diajak untuk berbagi tak hanya pertunjukkan musik tapi juga kisah, puisi, kopi, bantuan, dan lain-lain. Ini adalah sebuah gig dengan semangat ‘kado silang’. WTF menanggalkan batasan antara panggung dan penonton: semua penonton adalah penampil dan sebaliknya. Selagi berjalan, seorang warga lokal memandu para partisipan menuju tempat-tempat tujuan dan menceritakan kisah-kisahnya selama perjalanan. Di WTF #1 (2014),  acara ini menggunakan ruang publik yang ditinggalkan di sekitar Kaliurang; WTF #2 (2015) menggunakan ruang-ruang privat yang juga kosong dan ditinggalkan, dan WTF #3 (2015) menggunakan ruang berkumpul komunitas.  Ketika melihat pada dokumentasi yang ditampilkan dalam pameran ini, orang akan menemukan perbedaan lanskap dan politik ruang di Kaliurang dari tahun 2014 hingga sekarang: separuh lapangan tenis telah berubah menjadi area parkir, sebuah rumah lama yang indah telah digusur dan berubah menjadi sebuah bangunan beton masa kini, kolam renang yang dulunya terabaikan kembali beroperasi menjadi lahan bisnis, dan sebagainya.

LOCATION NUMBER: 4 - HONG (NO.9)
gg. Giri Kondang no.9