Simon Kentgens works with the local Kaliurang antique shop. He explores the shop as some kind of social space where not only products get exchanged, but also news, anecdotes, gossip, and history. The shop has been hereditary from three generations of the past. The first owner was a legendary cook well-known for her remarkable cuisine served for the royal family; the daughter who was the second generation was a persistent business-woman who turned the shop into a go-to place for everyone in the region, selling everything from local delicacies to Dutch chocolate and German cologne. The third generation of the shop owner is a man who chooses a quieter path with profound passion for antiques and history of mundane objects from all over the world. Objects like groceries or antiques have their own stories. How trivial these objects sometimes seem to be, they can show us our interdependency with local and global economies, history, our neighbours and the world. Can a local shop function as some sort of museum of contemporary relations? One in which these objects and stories are not fixed, like in a traditional museum, but constantly moving, changing and exchanging?

Simon Kentgens bekerja dengan seorang pemilik toko antik di Kaliurang. Ia mengeksplorasi toko tersebut sebagai sebuah ruang sosial dimana tidak hanya produk yang dipertukarkan tapi juga kabar berita, guyonan, gosip, dan sejarah. Toko tersebut telah turun temurun dikelola selama  tiga generasi. Pemilik pertama adalah seorang koki legendaris yang terkenal akan masakannya yang luar biasa nikmat dan disajikan bagi keluarga kerajaan, generasi kedua kemudian menurun pada anak perempuannya: seorang pebisnis handal yang membuat toko tersebut menjadi jujugan semua orang di desa ini. Di toko tersebut ia menjual apa saja, dari camilan lokal hingga cokelat Belanda dan parfum dari Jerman. Generasi ketiga dari pemilik toko ini adalah seorang pria yang memilih jalan lain bersama dengan passion  yang kuat atas barang-barang antik dan sejarah benda keseharian  dari seluruh dunia. Barang-barang dagangan dan barang antik memiliki kisahnya masing-masing. Betapa pun benda-benda ini terlihat remeh, mereka bisa menunjukkan kepada kita keterkaitan ekonomi lokal dan global serta sejarah di sekeliling kita dan dunia. Bisakah sebuah toko berfungsi layaknya sebuah museum relasi kontemporer? Sesuatu yang dimana objek-objek dan cerita tersebut tak serta merta berhenti di situ saja, seperti dalam sebuah museum tradisional, tetapi secara terus menerus bergerak , berubah dan bertukar tangkap?
LOCATION NUMBER: 1 - RM JOYO
jl. Astomulyo